Dosen Tetap

RASIO DOSEN : MAHASISWA

1 : 36

RATA-RATA PENGAJARAN / SEMESTER

3 MK / Dosen

RATA-RATA MAHASISWA BIMBINGAN / SEMESTER

5-6 Mahasiswa

Sesuai data jumlah dosen diatas maka terlihat bahwa jumlah dosen untuk setiap program studi telah sesuai dengan peraturan dikti mengenai rasio dosen setiap program studi.

Kecukupan jumlah dosen diperoleh melalui perekrutan dosen baru dengan kualifikasi minimal S2 dan peningkatan dosen-dosen Prodi yang telah berpendidikan S2 melalui izin dan tugas belajar S3, dosen tidak tetap lintas program studi dan lintas jurusan, serta dosen tamu (LB). Perekrutan dilakukan dengan menggunakan sistem penerimaan dosen (HRD Yayasan dan Rektorat) mengacu pada ketentuan dan kriteria penerimaan yang telah dibahas bersama antara Yayasan, Rektorat dan Fakultas yang didasarkan atas kebutuhan Program Studi, kesesuaian latar belakang kelimuan pengajar yang bersangkutan dengan bidang ilmu Program Studi, serta syarat pendidikan minimal S2.

DOSEN FAKULTAS EKONOMI  

Laporan Data Dosen

KUALIFIKASI DOKTOR (S3)

12 Dosen (46,1%)

TOTAL DOSEN TETAP

26 DOSEN

KUALIFIKASI MAGISTER (S2)

14 Dosen (53,8%)

Fakultas Ekonomi sangat memperhatikan pengembangan karir dan keahlian dosen. Hal ini terbukti dengan kebijakan pembatasan beban kerja pendidikan dan pengajaran termasuk perkuliahan, pembimbingan, seminar mahasiswa (proposal, hasil, ujian tutup) maksimal 9 sks EWMP termasuk untuk program sarjana S1 dan S2. Hal ini akan memberi peluang bagi dosen untuk melakukan tridharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Peningkatan kemampuan akademik dilakukan dalam dua kategori yaitu formal dan non-formal. Pengembangan pendidikan secara formal dilakukan dengan mendorong dan mendukung staf dosen untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S3. Dosen yang mengikuti Program Studi S3 sebanyak 9 orang dan sebanyak 3 orang dosen sementara dalam proses untuk  meraih guru besar.

Peningkatan kemampuan akademik dalam proses belajar-mengajar juga dilakukan dengan mengikutkan tenaga dosen dalam pelatihan formal seperti PEKERTI (Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instrusional), Pelatihan Praktek Pembelajaran Akta Mengajar V atau AA (Applied Approach), SCL (Student-centered Learning), TIW (Teaching Improvement Workshop). Pengembangan pendidikan secara non formal dilakukan melalui kegiatan seminar, simposium, lokakarya, workshop dan magang pada industri ataupun  perguruan tinggi (terutama untuk program studi yang baru). Pengembangan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan kerjasama lintas prodi (Umbrella Programme).

Tenaga Kependidikan